Saturday, April 19, 2014

Manajemen Rasiko Laba Dan Rugi

Setiap trader harus melihat risiko pada setiap posisi trading-nya. Hal ini penting karena risiko yang tidak terkontrol akan menjadi bumerang bagi trader sendiri, baik secara mental maupun cara mengambil keputusan di masa depan. Oleh karena itu cobalah mempelajari teknik "close position" dengan menggunakan "rasio laba dan rugi".

Bila kita melihat secara urut asal transaksi, mungkin pertama kali trader akan melakukan analisis baik secara teknikal maupun fundamental. Mereka akan menarik grafik dan mulai merencanakan masuk ke market. Namun, ternyata sebagian besar trader hanya berfokus pada open position saja dengan dukungan manajemen risiko. Padahal pemanfaatan manajemen risiko yang tepat adalah saat hendak melakukan close position dari market, karena harga sudah tidak sesuai dengan analisis. Maka, hari ini kita akan fokus pada manajemen risiko berdasarkan "rasio rugi dan laba".





Apa itu "rasio laba dan rugi"?Rasio ini mengacu pada jumlah pips yang kita harapkan untuk memperoleh keuntungan pada transaksi, terhadap apa yang kita pertaruhkan bila kerugian. Mengetahui fungsi ini membuat pengendalian risiko mudah karena secara intuitif trader akan mampu menentukan close position dari transaksi mereka saat itu. Kuncinya adalah menemukan rasio positif (untung) dari strategi yang kita gunakan dan menerapkannya ke posisi-posisi yang kita lakukan. Mari kita lihat contoh dari "rasio laba dan rugi: positif".

Gambar di atas menggambarkan history pair USD/CHF. Dari situ trader yang mencari daerah swing harga akan mengharapkan bisa masuk ke dalam pasar dengan hanya sekali pantulan dari dari support dekat 0,9580. Saat menetapkan exit point dalam kanal trade, stop loss harus selalu ditetapkan pada satu level di titik support atau resistance.

Dalam contoh ini stop loss ditaruh di bawah level support dekat 0,9465. Dengan demikian Anda membatasi kerugian hanya sebanyak 115 pips. Untuk menciptakan "rasio laba dan rugi" dengan skala 1:2, Anda setidaknya harus menghasilkan profit dua kali lebih banyak pada posisi penempatan limit order di harga 0,9810.




Dari grafik di atas, kita dapat melihat rata-rata keuntungan pada USD/CHF ini hanya 44 pips, sedangkan kerugian rata-rata lebih dekat ke 90 pips.

Skenario ini dapat dicegah dengan menggunakan minimal "rasio laba dan rugi" 1:2, untuk memaksimalkan keuntungan pada transaksi yang positif. Di saat yang bersamaan kita bisa membatasi kerugian ketika terjadi perlawanan dalam transaksi. Dengan mempertaruhkan 115 pips untuk membuat profit sebanyak 230 pips, secara efektif kita bisa memanfaatkan cara ini untuk menurunkan risiko rugi yang berlebihan. Berarti sekarang kita hanya perlu memiliki satu profit atau laba, ketika trading untuk setiap dua kerugian. Dengan demikian tentunya manajemen "rasio laba dan rugi" akan membantu kita untuk mendapatkan akan impas atas dua kali kerugian dengan mendapatkan satu kali laba.


sumber:
dailyfx.com
seputarforex.com

1 comment:

  1. Resiko dalam melakukan trading harus diminimalisir dengan baik sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik dengan keuntungan yang banyak. Resiko ini saya minimalisir dalam trading yang saya lakukan di broker octafx dengan menggunakan SL dan TP sesuai dengan target yang saya buat

    ReplyDelete